Pencegahan primer pada Stroke

Meliputi upaya memperbaiki gaya hidup dan mengatasi berbagai factor resiko. Upaya ini ditujukan pada orang sehat maupun kelompok resiko tinggi yang belum pernah terserang stroke.

A. Mengatur Pola Makan yang Sehat
Konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol dapat meningkatkan resiko terkena serangan stroke. Sebaliknya mengkonsumsi makanan rendah lemak jenuh dan kolesterol dapat mencegah terjadinya stroke. Beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk pencegahan primer terhadap stroke adalah :

1. Makanan yang membantu menurunkan kadar kolesterol :
a. Serat larut yang banyak terdapat dalam biji-bijian seperti: Beras merah, bulgur, jagung dan gandum.
b. Oat (=beta glucan) akan menurunkan kadar kolesterol total dan LDL, menurunkan tekanan darah dan menekan nafsu makan bila dimakan di pagi hari (memperlambat pengosongan usus).
c. Kacang kedele beserta produk olahannya dapat menurunkan lipid serum, menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida tetapi tidak mempengaruhi kadar kolesterol HDL
d. Kacang-kacangan (termasuk biji kenari dan kacang mede) menurunkan kolesterol LDL dan mungkin mencegah aterosklerosis.

Mekanisme kerja menambah ekskresi asam empedu, meningkatkan aktifitas esterogen dari isoflavon, memperbaiki elastisitas arterial dan meningkatkan aktivitas antioksidan yang menghalangi oksidasi LDL.

2. Makanan lain yang berpengaruh terhadap prevensi stroke
a. Makanan/zat yang membantu mencegah peningkatan homosistein seperti asam folat, vitamin B6, B12 dan riboflavin
b. Susu yang mengadung protein, kalsium, zinc, dan B12 mempunyai efek proteksi terhadap stroke
c. Beberapa jenis ikan tuna dan ikan salmon, mengandung omega-3 eicosapentenoic acid (EPA) dan docosahexonoic acid (DHA) yang merupakan pelindung jantung dengan efek melindungi terhadap resiko kematian mendadak, mengurangi resiko aritmia, menurunkan kadar trigliserida, menurunkan kecenderungan adesi platelet, sebagai precursor prostaglandin, inhibisi sitokin, anti inflamasi dan stimulasi NO endothelial. Dianjurkan untuk mengkonsumsi 2 kali / minggu
d. Makanan yang kaya vitamin dan anti oksidan: vitamin C,E, betakaroten seperti yang banyak terdapat pada sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian.
e. Buah-buahan dan sayur-sayuran :
f. Kebiasaan/ membudaya diet kaya buah-buahan dan sayuran (bervariasi) minimal 5 saji setiap hari
g. Sayuran hijau dan jeruk : menurunkan resiko stroke
h. Sumber Kalium : kalium merupakan predictor yang kuat mencegah mortalitas akibat stroke terutama buah pisang
i. Apel (mengandung quercetin dan phyto-nutrient) menurunkan resiko stroke
j. Teh hitam dan hijau yang mengandung antioksidan
k. 3. Rekomendasi tentang makanan:
l. Menambah asupan kalium dan mengurangi asupan natrium ( m. Meminimalkan makanan tinggi lemak jenuh dan mengurangi asupan trans fatty acids seperti kue-kue krakers, telur, makanan yang digoreng dan mentega.
n. Mengutamakan makanan yang mengandung poly unsaturated fatty acids, mono unsaturated fatty acids, makanan berserat dan protein nabati
o. Nutrien harus diperoleh dari makanan, bukan suplemen
p. Jangan makan berlebihan dan perhatikan menu seimbang
q. Makanan sebaiknya bervariasi dan tidak tunggal
r. Hindari makanan dengan densitas kalori rendah dan kualitas nutrisi rendah
s. Sumber lemak hendaknya berasal dari sayuran, ikan, buah polong, dan kacang-kacangan.
t. Utamakan makan yang mengandung polisakarida seperti nasi, roti, pasta, sereal dan kentang daripada gula (monosakarida dan disakarida)
u. Lain-lain

B. Melakukan Olah Raga yang Teratur
Melakukan aktivitas fisik yang mempunyai nilai aerobic (jalan cepat, bersepeda, berenang dan lain-lain) secara teratur minimal 30 menit, dan minimal tiga kali per minggu akan dapat menurunkan tekanan darah, memperbaiki control diabetes, memperbaiki kebiasaan makan, menurunkan berat badan dan meningkatkan kadar kolesterol HDL.

Efek biologis : penurunan aktivitas platelet, reduksi fibrinogen plasma dan meningkatkan aktivitas tissue plasminogen activator.

Pola makan sehat dan olah raga teratur adalah pengobatan utama bagi penderita obesitas dan mencegah stroke.

Dikutip dari :

Guideline Stroke 2007 (Edisi Revisi) oleh : Perhimpunan Dokter Specialis Saraf Indonesia ( PERDOSSI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: