Resep Herbal untuk Hipertensi

Avokad (Persea gratissima Gaertn.)
Seduh 3 lembar daun avokad dengan 1 gelas air panas, minum.
Catatan: Teh daun avokad baik untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak pada saluran nafas, rasa nyeri saraf (neuralgia), datang haid tidak teratur, dan melarutkan batu ginjal.

Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Rebus 3 buah belimbing wuluh yang telah dipotong-potong dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, saring. Minum setelah makan pagi.


 

Boroco (Celosia argentea L.)
Rebus biji boroco (15-30) gram dengan 1 gelas air sampai airnya tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin, saring dan bagi 2 airnya sama banyak. Minum pada pagi dan sore hari sebelum makan.

Mentimun (Cucumis sativus L.)
Parut 2 buah mentimun segar. Peras dan minum sekaligus, 2-3 kali sehari. Bisa juga dimakan mentah sebagai lalapan.

Pisang (Musa paradisiaca L.)
– Pencegahan darah tinggi: Potong-potong satu kulit pisang atau tangkai buah pisang, lalu rebus. Minum seperti teh sehari 3 kali, masing-masing satu cangkir.
– Darah tinggi disertai sembelit: Blender buah pisang berikut kulitnya (500 gram) dan wijen hitam (15 gram) dengan menambahkan air secukupnya. Minum sampai habis dalam 1 hari.
– Pengobatan dan pencegahan darah tinggi: Rebus kulit pisang beserta tangkainya (30-60 gram) atau akar segar pohon pisang (30-120 gram). Setelah dingin, minum airnya seperti teh. Lakukan setiap hari sehari 3 kali, masing-masing 1 cangkir.

Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa [L.] BL.)
Tumbuk 20 gram herba segar, tambahkan 1/2 cangkir air matang lalu peras. Saring dan minum sekaligus.
Catatan: beberapa penderita merasakan mulut kering setelah pemakaian selama 10 hari.

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f) Nees)
Ambil 7 daun segar sambiloto, cuci bersih dan potong-potong kecil. Seduh daun dengan 1 cangkir air mendidih. Diamkan beberapa saat dan tambahkan 1 sendok madu. Minum ramuan setelah dingin 3 kali sehari.

Sambung Nyawa (Gynura procumben Back)
Ambil 4 daun segar (untuk anak-anak), atau 7 lembar daun segar sambung nyawa (untuk dewasa), lalu cuci bersih. Konsumsi daun mentah sebagai lalapan. Daun juga dapat di jus, di tumis, atau di kukus sebentar sebelum di konsumsi.

Seledri (Apium graveolens L.)
Cuci seledri dan potong kecil-kecil. Rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 3/4 gelas. Dinginkan, lalu saring ramuan. Minum air ramuan 2 kali sehari, masing-masing separuh. Cara lain yaitu daunnya untuk lalapan.
Catatan: bagi seseorang yang air seninya mengandung zat putih telur (protein +), dilarang minum ramuan ini.

Semangka (Citrullus vulgaris Schrad.)
– Makan buah semangka setiap hari sebagai buah segar atau jus. Sehari minum 2 gelas jus buah semangka.
– Seduh dengan air mendididh kulit buah semangka dan gambir masing-masing 30 gram. Minum seperti teh.
– Buah semangka ukuran sedang diambil 1/4 bagiannya. Buat jus kulit, biji dan daging buahnya, lalu minum sekaligus.
– Rebus kulit semangka kering sebanyak 50 gram dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 5 menit. Setelah dingin, minum seperti teh.
Catatan: Penderita dengan lambung lemah dan dingin jangan terlalu banyak makan buah semangka; Pria dengan gangguan prostat jangan makan buah semangka.

Siantan (Ixora strica Roxb.)
Cuci bersih 17 gram bunga siantan. Rebus bunga dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan, lalu saring ramuan. Minum ramuan sekaligus 1 kali sehari.

Tapak Dara (Catharantus roseus (L.) G. Don)
– 15 gram daun atau bunga tapak dara direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring. Diminum airnya menjelang tidur. [2]
– 15 – 20 gram daun tapak dara kering, 10 gram bunga krisan, direbus dengan 2,5 gelas air sampai mendidih dan disaring. Diminum tiap sore. [3]
– 7 lembar daun atau bunga tapak dara diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa saat dan disaring. Diminum menjelang tidur. [3]
Catatan: Tanaman ini dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi; wanita hamil dilarang minum ramuan berbahan tapak dara.

Tempuyungan (Sonchus arvensis L.)
Lima daun segar dicuci bersih, lalu diasap sebentar. Makan daun sebagai lalap bersama nasi. Konsumsi ramuan 3 kai sehari dengan dosis yang sama.

Teratai Kerdil (Nymphae tetragona Georgi atau Nymphae alba)
Cuci bersih 13 kuntum bunga teratai kerdil. Rebus bunga dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)
Makan buah tomat segar sebanyak 1-2 buah pada waktu pagi hari, sewaktu perut kosong.
Catatan: Buah tomat menstimulir keluarnya enzim pencernaan, terutama yang berasal dari pankreas. Guna meningkatkan kerja saluran cerna, minum jus tomat setiap hari sebelum makan.

Trengguli (Cassia fistula Linn.)
Cuci bersih 30 gram daging buah trengguli, lalu tumbuk halus. Seduh bahan dengan 1/2 cangkir air panas, lalu tambahkan 4 sendok makan madun. Minum ramuan sehari 2 kali dengan dosis yang sama.

Wijayakusuma (Epiphyllum oxypetalum Haw.))
Rebus bersama-sama 5 bunga wijayakusuma segar, 75 gram akar alang-alang, dan 15 gram jamur kuping hitam dalam 3 gelas air hingga mendididh dan tersisa 1,5 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan. Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

*****

Referensi

Buku

Hariana, Drs. H. Arief, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, seri 3 (Jakarta: Penebar Swadaya, 2008)

Dalimartha, dr. Setiawan, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, jilid 3 (Jakarta: Trubus Agriwidya, 2007)

Dalimartha, dr. Setiawan, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, jilid 5 (Jakarta: Pustaka Bunda, 2008)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: